PLAGIARISM POLICY

Kebijakan Plagiarisme

Setiap naskah yang dikirimkan akan melalui skrining plagiarisme dengan aplikasi antiplagiasi. Maksimal 35% kesamaan diizinkan, dan di atas itu akan dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki. Naskah yang disubmit ke Al Basirah akan diperiksa dengan menggunakan alat deteksi kesamaan, Turnitin. Al Basirah akan segera menolak naskah yang terindikasi mengandung plagiarisme atau plagiarisme diri (self-plagiarism).

Al Basirah berkomitmen untuk menjamin bahwa semua penulis bersikap teliti dan mengikuti standar internasional terkait integritas akademik, terutama dalam hal plagiarisme. Plagiarisme terjadi saat seorang penulis mengambil ide, informasi, atau kata-kata dari sumber lain tanpa memberikan penghargaan yang seharusnya kepada sumber tersebut. Walaupun terjadi secara tidak sengaja, plagiarisme tetap dianggap sebagai pelanggaran akademis yang serius dan tidak dapat diterima dalam publikasi akademik internasional. Sitasi diperlukan jika penulis mendapatkan informasi tertentu (seperti nama, tanggal, lokasi, angka statistik, atau detail lainnya) dari sumber spesifik. (Pengecualian hanya berlaku untuk pengetahuan umum yaitu informasi yang banyak tersedia dari lebih dari lima sumber atau merupakan fakta yang sudah dikenal banyak orang misalnya, fakta bahwa Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia.)

Apabila seorang penulis mengadopsi ide dari penulis lain, tetap diperlukan untuk mencantumkan sitasi, walaupun penulis tersebut telah mengembangkan ide tersebut lebih jauh. Ini mencakup pemikiran tentang cara menginterpretasikan data, metode yang diterapkan, serta kesimpulan yang diambil. Ketentuan ini juga diterapkan pada kemajuan signifikan dalam suatu area atau pengetahuan umum. Apa pun bentuk idenya, penulis wajib menyertakan sumbernya. Apabila penulis memperluas ide tersebut, sumber asal tetap perlu dicantumkan, lalu pada kalimat selanjutnya, penulis bisa memberikan penjelasan tentang pengembangan ide tersebut.

Apabila penulis menggunakan kata-kata dari penulis lainnya, maka penggunaan sitasi dan tanda kutip adalah keharusan. Jika ada empat kata atau lebih yang berurutan identik dengan sumber yang dibaca, penulis wajib menggunakan tanda kutip untuk menandakan bahwa kata-kata tersebut merupakan milik penulis lain; hanya mencantumkan sitasi tidaklah memadai.
Al Basirah sangat mengedepankan integritas akademis. Karena itu, dewan redaksi memiliki hak untuk membatalkan penerimaan naskah yang tidak memenuhi standar-standar tersebut. Untuk keterangan lebih lanjut, calon penulis bisa mengontak kantor redaksi.

Manajemen Referensi

Dalam menulis kutipan dan daftar pustaka, Al Basirah menggunakan perangkat lunak manajemen referensi Mendeley.