Jurnal Al Basirah https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah <p>Jurnal Al Basirah adalah jurnal akademik yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAIMAS Wonogiri. Jurnal Al Basirah bertujuan untuk menerbitkan artikel di pengabdian masyarakat, berbasis riset. Jurnal Al Basirah diterbitkan dua kali setahun untuk volume yang sama. Ini memiliki tujuan untuk menyediakan media bagi akademisi, peneliti, pakar dan pengamat untuk berkomunikasi dalam kerangka pengembangan ilmiah di bidang pengabdian masyarakat. Jurnal Al Basirah mengembangkan isu baru yang berhubungan dengan Focus dan Scope pada bidang pendidikan, Hukum, Ekonomi, Humaniora, Komunikasi, Teologi, Dawah, Sosial dan lainya.</p> LPPM STAIMAS WONOGIRI en-US Jurnal Al Basirah 2776-4702 Penguatan Kearifan Lokal dan Nilai Keagamaan pada Anak Usia Dini sebagai Upaya Membangun Desa Berkelanjutan https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah/article/view/546 <p>Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan kearifan lokal dan nilai religius pada anak kelas TK B sebagai upaya membangun karakter sejak usia dini dan mendukung pembangunan desa berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di TK Pertiwi Keloran dengan sasaran anak usia 5–6 tahun. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui kegiatan bermain sambil belajar yang mengintegrasikan nilai kearifan lokal dan nilai religius. Program pengabdian dilaksanakan selama enam hari, meliputi pengenalan lingkungan dan nilai religius, permainan tradisional bernilai karakter, pengenalan alam sebagai ciptaan Allah, kreasi seni budaya lokal bernuansa Islami, dongeng Islami berbasis kearifan lokal, serta praktik ibadah dan pembiasaan akhlak anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan perilaku positif anak yang ditunjukkan melalui kategori perkembangan, yaitu: (1) kepedulian lingkungan berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar ±75% anak, (2) kemampuan bekerja sama pada kategori BSH sebesar ±70%, (3) sikap sportif pada kategori Mulai Berkembang (MB) menuju BSH sebesar ±68%, dan (4) pembiasaan perilaku religius pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar ±80% anak. Selain itu, anak menunjukkan keterlibatan aktif dan antusias dalam seluruh rangkaian kegiatan. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan pendidikan karakter anak usia dini berbasis kearifan lokal dan nilai religius yang relevan dengan konteks desa serta berpotensi mendukung pembangunan desa berkelanjutan.</p> fifiazizah Annafi' Nurul 'Ilmi Azizah Edy Muslimin Sugiyat Waridsin Saiful Amri Ismail Copyright (c) 2026 fifiazizah Annafi' Nurul 'Ilmi Azizah, Edy, Sugiyat, Waridsin Saiful Amri, Ismail 2026-05-30 2026-05-30 6 1 1 12 10.58326/jab.v6i1.546 Pelatihan Keterampilan Penanganan Kekerasan Seksual Dan Perundungan (Bullying) Bagi Masyarakat Desa Gemolong, Sragen https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah/article/view/570 <p>Kekerasan seksual dan Perundungan (<em>Bullying</em>) pada remaja adalah tindakan ancaman yang sangat serius. Kekerasan seksual dan Perundungan (<em>Bullying</em>) pada remaja memiliki dampak negatif pada pelaku dan korban. Kekerasan seksual dan Perundungan (<em>Bullying</em>) pada remaja dapat merusak pertumbuhan dan perkembangan remaja. Selain itu remaja yang kerap menjadi korban Kekerasan seksual dan Perundungan (<em>Bullying</em>) berpotensi menjadi pelaku Kekerasan seksual dan Perundungan (<em>Bullying</em>) berikutnya. Oleh karena itu, sejak sekarang harus dilakukan pencegahan Kekerasan seksual dan Perundungan (<em>Bullying</em>) kepada remaja. Pencegahan Kekerasan seksual dan Perundungan (<em>Bullying</em>) pada remaja dapat dilakukan antara lain dengan memberikan pendidikan seksual sejak sekarang pada remaja, komunikasi intens dengan remaja, menanamkan keberanian dan kemandirian pada remaja, meningkatkan pengawasan pada remaja, serta memberikan pemahaman tentang dampak Kekerasan seksual dan Perundungan (<em>Bullying</em>) pada remaja. Pentingnya memberikan pendidikan seksual sejak dini pada remaja tidak bisa diabaikan. Misalnya, dengan mengajarkan remaja-remaja mengenai batasan-batasan tubuh dan memberi tahu mereka bahwa tidak ada yang boleh menyentuh tubuh mereka tanpa izin. Komunikasi intens antara orang tua dan anak juga sangat penting. Orang tua perlu menciptakan lingkungan di mana anak merasa nyaman untuk berbicara tentang segala hal, termasuk masalah seksual. Dengan begitu, anak akan lebih mudah untuk melaporkan jika ada yang mencoba melakukan Kekerasan seksual dan Perundungan (<em>Bullying</em>) pada mereka.Menanamkan keberanian dan kemandirian pada remaja juga merupakan hal yang esensial. Contohnya, dengan mengajari remaja-remaja untuk mengatakan "tidak" dan meminta bantuan jika mereka merasa tidak nyaman dengan situasi tertentu. Meningkatkan pengawasan terhadap anak juga merupakan langkah yang sangat penting. Orang tua perlu memastikan bahwa anak selalu dalam pengawasan yang baik, terutama di lingkungan yang berisiko. Selain itu, memberikan pemahaman yang jelas tentang dampak Kekerasan seksual dan Perundungan (<em>Bullying</em>) pada remaja dapat membantu mereka memahami pentingnya melindungi diri mereka sendiri. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, Kekerasan seksual dan Perundungan (<em>Bullying</em>) pada remaja dapat diminimalkan dan remaja-remaja dapat tumbuh dan berkembang dengan aman dan sehat.</p> Fadilah Qotimatun Puji Rahayu Novan Wahyu Primadi Windari Fatmah Copyright (c) 2026 Fadilah Qotimatun Puji Rahayu, Novan Wahyu Primadi, Windari, Fatmah 2026-05-30 2026-05-30 6 1 13 21 10.58326/jab.v6i1.570 Pendekatan Knowledge Sharing dalam Pemberdayaan Tukang Bangunan di Teluk Pucung untuk Meningkatkan Kualitas Konstruksi https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah/article/view/544 <p>Kualitas konstruksi bangunan sangat dipengaruhi oleh keterampilan tukang bangunan, khususnya pada pekerjaan pengecoran struktur kolom. Pengecoran kolom yang kurang baik dapat menyebabkan rusaknya struktur kolom dan meningkatkan risiko kegagalan struktur bangunan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman teknis tukang bangunan dalam pengecoran struktur kolom sesuai standar konstruksi. Metode yang digunakan adalah Knowledge Sharing melalui penyampaian materi dan diskusi, disertai evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Januari 2025 di Teluk Pucung, Bekasi, dengan peserta sebanyak 10 orang tukang bangunan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai peserta dari kisaran 2–5 pada pre-test menjadi 8–10 pada post-test. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa Knowledge Sharing efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan tukang bangunan pada pekerjaan pengecoran struktur kolom.</p> Selvia Agustina Nur Azisah Mirara Khanza Copyright (c) 2026 Selvia Agustina, Nur Azisah , Mirara Khanza 2026-05-30 2026-05-30 6 1 22 29 10.58326/jab.v6i1.544 Penguatan Ekonomi Kreatif Dan Pendidikan Agama Islam sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Jendi https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah/article/view/542 <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi kreatif dan pendidikan agama Islam sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Desa Jendi memiliki potensi ekonomi lokal yang cukup besar, khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis makanan. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan inovasi produk, pengemasan, serta pemahaman pemasaran. Di sisi lain, kegiatan pendidikan agama Islam melalui Majlis Taklim telah berjalan, tetapi belum terintegrasi secara langsung dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan pelaku UMKM, tokoh masyarakat, dan anggota Majlis Taklim. Kegiatan meliputi sosialisasi penguatan ekonomi kreatif, inovasi produk makanan, serta penanaman nilai-nilai Islam seperti kejujuran, amanah, dan etika usaha dalam aktivitas ekonomi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ekonomi kreatif, meningkatnya motivasi pelaku UMKM dalam mengembangkan produk makanan, serta penguatan kesadaran keagamaan yang mendukung praktik usaha yang etis dan berkelanjutan. Integrasi penguatan ekonomi kreatif dan pendidikan agama Islam ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta membangun kesadaran kolektif untuk pengembangan desa yang berkelanjutan.</p> <p>&nbsp;</p> Sulis tyowati Rochmawati Solikhah Sukemi Fitriyani Roid Sholahuddin Muflih Siti Nabila Jahro Copyright (c) 2026 Sulis tyowati, Rochmawati Solikhah Sukemi , Fitriyani , Roid Sholahuddin Muflih, Siti Nabila Jahro 2026-05-30 2026-05-30 6 1 30 39 10.58326/jab.v6i1.542 Internalisasi Konsep Menikah Menanam melalui Edukasi Mahar Bibit Tanaman di Kankemenag Klaten https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah/article/view/531 <p>Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menginternalisasikan konsep Menikah Menanam di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) melalui edukasi mengenai mahar bibit tanaman sebagai simbol keberkahan, keberlanjutan, dan kepedulian ekologis. Mahar bibit tanaman diposisikan sebagai rekomendasi tanpa paksaan kepada calon pengantin, dapat dipadukan dengan mahar lain, serta fleksibel dalam pelaksanaannya—baik ditanam langsung oleh pasangan maupun dihibahkan kepada lembaga lingkungan, ormas, atau nazir wakaf. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dengan empat tahapan: (1) Discovery, berupa identifikasi aset kelembagaan KUA dan nilai lokal melalui FGD bersama Kankemenag Klaten; (2) Dream, yaitu perumusan visi kolektif dan penyusunan draf Pedoman Teknis Menikah Menanam; (3) Design, berupa perancangan materi penyuluhan dan kolaborasi multipihak melalui FGD dengan Kankemenag se-Jawa Tengah; dan (4) Destiny, melalui implementasi penyuluhan, monitoring awal, serta penguatan keberlanjutan program. Kegiatan diikuti oleh 20 Kepala KUA se-Klaten, enam kepala dan guru madrasah, serta lima pejabat Kemenag setempat. Hasil program menunjukkan bahwa sebagian KUA di Karesidenan Surakarta telah menginisiasi praktik ekologis serupa, seperti KUA Colomadu dengan ASTA Protas dan KUA Wedi dengan misi agrowisata. PKM ini memperkuat praktik yang telah berjalan, mengidentifikasi kendala, dan menawarkan solusi implementatif. Selain itu, kegiatan menegaskan peran strategis KUA dalam pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon maupun inisiatif ekologis lainnya. Disarankan agar pemerintah daerah mendorong political will melalui penerbitan edaran resmi tentang program Menikah Menanam di seluruh KUA. Kegiatan ini terlaksana dengan dukungan pendanaan LP2M UIN Raden Mas Said Surakarta serta kolaborasi Kankemenag Klaten dan Kanwil Kemenag Jawa Tengah.</p> Muhammad Lutfi Hamid fathurrohman.husen@staff.uinsaid.ac.id Fathurrohman Husen Kusuma Wijayanto Aulia Rahmawati Copyright (c) 2026 Muhammad Lutfi Hamid, fathurrohman.husen@staff.uinsaid.ac.id Fathurrohman Husen, Kusuma Wijayanto, Aulia Rahmawati 2026-05-30 2026-05-30 6 1 40 53 10.58326/jab.v6i1.531 Edukasi Kesadaran Perkawinan di Bawah Umur bagi Warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah/article/view/318 <p>Undang-Undang &nbsp;Nomor 16 tahun 2019 menyatakan bahwa batas usia seseorang boleh menikah adalah 19 tahun sebagai batas awal disebut&nbsp; usia &nbsp;matang, sehingga tujuan perkawinan dapat tercapai yaitu menghasilkan keturunan yang sehat dan &nbsp;tidak mudah berakhir pada perceraian. Namun demikian seringkali masyarakat belum memahami dan masih melakukan praktik perkawinan di bawah umur. Beberapa sebab terjadinya praktik di bawah umur adalah karena masih ada masyarakat yang memiliki taraf pendidikan cenderung rendah, seperti tingkat pendidikan yang tidak tamat SD, ditambah dengan mata pencaharian pekerjaan adalah di bidang pertanian, perdagangan, dan perikanan yang mana sangat dimungkinkan terjadi perkawinan di bawah umur. Sebagaimana di desa Banjasari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Oleh karena itu Tim PkM dari Pusat Riset Kesehatan Mental merasa perlu&nbsp; untuk membantu memberikan edukasi terkait dengan pengenalan dan informasi mengenai pentingnya kesadaran batas usia perkawinan termasuk dampaknya di berbagai sektor. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 02 Desember 2024 dengan metode menonton bersama pemutaran film”Mateng Wit” &nbsp;yang dilanjutkan dengan diskusi, ceramah, dan tanya jawab secara langsung serta evaluasi &nbsp;yang dilakukan dalam bentuk <em>Focus Group Disscussion</em> atau FGD.&nbsp; Hasil pelaksanaan dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan di Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak &nbsp;menunjukkan adanya peningkatan pemahaman akan kesadaran mengenai batasan umur perkawinan, yaitu sebesar 61 %. Hal ini dikarenakan adanya respon yang positif&nbsp; dan keaktifan para peserta dalam mengikuti penyuluhan , pelatihan dan FGD&nbsp; yang diberikan oleh Tim PkM serta adanya dukungan yang baik dari pihak petugas kelurahan</p> Markus Nanang Irawan Budi Susilo Bernadetta Rini Heryanti Hardani Widhiastuti Victor Gayuh Purnomo Copyright (c) 2026 Markus Nanang Irawan Budi Susilo, Bernadetta Rini Heryanti, Hardani Widhiastuti, Victor Gayuh Purnomo 2026-05-30 2026-05-30 6 1 54 64 10.58326/jab.v6i1.318 Penyuluhan Fiqih Wanita Di Majlis Ta’lim “Darul Huda” Desa Tawangrejo Kec. Jatipurno Kabupaten Wonogiri https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah/article/view/398 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Di era modern ini, pengetahuan wanita terhadap fiqih sangat minim, hal ini disebabkan kurangnya kesadaran beragama dan kesibukannya bekerja / mengurus urusan rumah tangga. Hal ini yang menjadi latar belakang pelaksana PkM-U melakukan program penyuluhan fiqih wanita di Majlis Ta'lim "Darul Huda" Desa Tawangrejo. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita terhadap hukum Islam. Di Desa Tawangrejo, banyak ditemukan wanita yang tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang hukum Islam yang berlaku khusus bagi mereka, seperti hukum darah wanita, perhitungan masa suci, dan kewajiban saat keluar darah. Selain itu, akses terhadap pendidikan keagamaan yang relevan juga masih terbatas. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan pra survei, pembuatan proposal, persiapan bahan, persiapan pelaksanan, pelaksanan, evaluasi dan diakhiri dengan membuat laporan. Ada 30 peserta putri usia produktif dari Majlis Ta'lim "Darul Huda" Desa Tawangrejo yang mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias. Hasil survey menunjukkan rata-rata 90% peserta merasa lebih memahami fiqih Wanita yang telah disampaikan sehingga mereka mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita terhadap hukum Islam. Peserta mengusulkan agar diadakan kajian lanjutan setiap minggunya untuk mendalami hukum Islam. Kesimpulannya adalah tingginya tingkat kepuasan peserta mencerminkan keberhasilan kegiatan ini dan besarnya keinginan peserta untuk terus belajar mendalami ilmu agama di usia produktif ini harus terus didorong dan didampingi untuk meningkatkan kwalitas ibadah mereka.</p> afrohah aljamilah Mardhiyah AW Copyright (c) 2026 afrohah aljamilah, Mardhiyah AW 2026-05-30 2026-05-30 6 1 65 74 10.58326/jab.v6i1.398 Peran Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Ekonomi Lokal Pesantren https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah/article/view/517 <p>Wakaf produktif merupakan salah satu instrumen ekonomi Islam yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan sosial dan pemberdayaan ekonomi umat, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Seiring perkembangan pengelolaan wakaf di Indonesia dari pola tradisional menuju profesional, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi wakaf produktif dalam ekonomi pesantren serta menganalisis dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi pesantren berdasarkan temuan penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, melalui kajian literatur dan analisis berbagai penelitian terkait pengelolaan wakaf produktif di pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa wakaf produktif yang dikelola secara profesional mampu meningkatkan kemandirian finansial pesantren melalui pengembangan unit usaha produktif seperti koperasi pesantren, pertanian, BMT, jasa boga, dan sektor keuangan syariah. Selain itu, wakaf produktif berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia santri serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan kewirausahaan. Namun demikian, optimalisasi wakaf produktif masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada aspek manajemen, kualitas nazhir, dan dukungan kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas pengelola wakaf, serta sinergi antar pemangku kepentingan agar wakaf produktif dapat berperan maksimal sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi pesantren yang berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> wakaf produktif, pesantren, pemberdayaan ekonomi, ekonomi Islam</p> kholidin Muslim siti yulyanti Nafis Irkhami Copyright (c) 2026 kholidin Muslim siti yulyanti, Nafis Irkhami 2026-05-30 2026-05-30 6 1 75 85 10.58326/jab.v6i1.517 Bullying Edukasi Anti Perundungan sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat di SD Negeri 2 Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah/article/view/545 <p>Perilaku perundungan (bullying) merupakan permasalahan sosial yang dapat berdampak serius terhadap perkembangan emosional, mental dan sosial individu terutama pada usia anak dan remaja. Fenomena ini tidak hanya ditemukan di lingkungan perkotaan, tetapi juga berpotensi terjadi di wilayah perdesaan termasuk Desa Jendi Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya preventif melalui pemberian edukasi dan sosialisasi kepada siswa SD Negeri 2 Jendi kelas 5 dan 6 mengenai perundungan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode pemaparan materi, diskusi partisipatif serta penanaman nilai-nilai sosial keagamaan yang telah ada di masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai bentuk-bentuk perundungan dan pentingnya membangun lingkungan sosial yang aman dan beretika.</p> rochmawati sukemi Sulistyowati Ahmad Wildan Aziz Musthofa Agnes Aktavia Nurjanah Copyright (c) 2026 rochmawati sukemi, Sulistyowati, Ahmad Wildan, Aziz Musthofa , Agnes Aktavia Nurjanah 2026-05-30 2026-05-30 6 1 86 95 10.58326/jab.v6i1.545 Implementasi Konsep Anti Bullying di Sekolah Dasar Negeri 3 Jaten Selogiri https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah/article/view/543 <p>Fenomena bullying merupakan tantangan serius di lingkungan pendidikan yang berdampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis dan prestasi akademik peserta didik. Artikel ini memaparkan pelaksanaan sosialisasi anti-bullying di SDN 3 Jaten Selogiri sebagai strategi pencegahan bullying. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bullying, dampaknya, serta strategi pencegahannya, sekaligus menciptakan iklim sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Keberhasilan sosialisasi anti-bullying di SDN 3 Jaten Selogiri terlihat dari respons positif, partisipasi, dan keterlibatan aktif peserta didik selama kegiatan. Pada sesi diskusi dan simulasi, siswa berperan langsung dalam menggambarkan situasi bullying dan cara menyikapinya dengan tepat. Kegiatan berlangsung tertib, kooperatif, dan interaktif, dengan peserta didik saling menghargai serta mematuhi aturan.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Sosialisasi, Anti Bullying, SDN 3 Jaten</p> prapti praptiningsih Alfian Eko Rochmawan Dudi Budi Astoko Ridwan Rohmad Yunadi Copyright (c) 2026 prapti praptiningsih, Alfian Eko Rochmawan, Dudi Budi Astoko, Ridwan Rohmad Yunadi 2026-05-30 2026-05-30 6 1 96 105 10.58326/jab.v6i1.543 Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Pencurian di Lembaga Pemasyarakatan Kebon Waru Bandung https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah/article/view/539 <p>Tindak pidana pencurian merupakan kejahatan konvensional yang memiliki tingkat prevalensi relatif tinggi di Indonesia dan berdampak langsung terhadap stabilitas sosial serta rasa aman masyarakat. Rendahnya pemahaman hukum menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya tindak pidana tersebut. Berdasarkan perspektif kriminologi klasik, <em>Cesare Beccaria</em> melalui deterrence theory menegaskan bahwa kejahatan dipengaruhi oleh pertimbangan rasional individu terhadap risiko dan sanksi hukum. Selain itu, teori kesadaran hukum menurut <em>Soerjono Soekanto</em> menempatkan pengetahuan dan pemahaman hukum sebagai unsur penting dalam pembentukan kepatuhan hukum. Sejalan dengan teori sistem pemasyarakatan yang dikemukakan oleh <em>Sahardjo</em>, lembaga pemasyarakatan berperan sebagai sarana pembinaan yang menekankan aspek edukatif dan rehabilitatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman hukum warga binaan melalui penyuluhan hukum mengenai tindak pidana pencurian di Lembaga Pemasyarakatan Kebon Waru Bandung. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab dengan pendekatan partisipatif yang mengacu pada teori andragogi <em>Malcolm Knowles</em>. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga binaan mengenai pengertian, unsur, jenis, dan sanksi hukum tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Temuan ini sejalan dengan social control theory yang dikemukakan oleh <em>Travis Hirschi</em>, yang menekankan bahwa pemahaman norma dan keterikatan sosial dapat mencegah pengulangan tindak pidana. Penyuluhan hukum ini diharapkan berkontribusi dalam menekan angka residivisme serta mendukung tujuan sistem pemasyarakatan melalui pembentukan warga binaan yang sadar hukum dan siap berintegrasi kembali ke masyarakat.</p> <p>&nbsp;</p> Irsyad Zamhier Tuahuns Copyright (c) 2026 Irsyad Zamhier Tuahuns 2026-05-30 2026-05-30 6 1 106 114 10.58326/jab.v6i1.539 Pemasaran Digital Bisnis Abon Ikan untuk Meningkatkan Jangkauan Pasar https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah/article/view/298 <p>&nbsp;</p> <p><em>The background of this community service activity is the potential for abundant fish catch in Besole Village, Tulungagung Regency and the potential for human resources with expertise in processing tuna fish floss, which should be able to reach a wider market. In fact, the production of tuna fish floss by the female fishing community still relies on orders from the surrounding community. The community has not taken advantage of the opportunities for technological development for business purposes due to their lack of knowledge in developing existing businesses. The majority of them use social media which is a form of technological development as a medium for entertainment, information, and communication. This community service activity was carried out using the Asset Based Community Development (ABCD) method. The solution provided to the community to develop the market reach of tuna fish floss products is by using digital marketing through social media platforms such as WhatsApp, Facebook, and TikTok. The results of the community service activity are increasing the knowledge of the female fishing community regarding the use of digital technology through social media as a marketing medium that can be implemented in marketing activities. The community applies this knowledge to market its products, namely tuna fish floss, in reaching a wider market. The practical implication of this activity is so that the fishing community can be consistent in marketing by utilizing technological developments to support business development.</em></p> Binti Nur Asiyah Ahmad Budiman Jusuf Bachtiar Laini Khofifah Adinda Putri Yesa Isnawati Copyright (c) 2026 Binti Nur Asiyah, Ahmad Budiman, Jusuf Bachtiar, Laini Khofifah, Adinda Putri Yesa Isnawati 2026-05-30 2026-05-30 6 1 115 125 10.58326/jab.v6i1.298 Pengajian Purnamasidi: Penguatan Nilai Keimanan dan Kebersamaan Umat melalui Kegiatan Dakwah Masjid Muslimin Bulak Wetan https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah/article/view/458 <p>Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan dakwah rutin yang dikemas dalam bentuk <em>Pengajian Purnamasidi</em> di Masjid Muslimien Bulak Wetan sebagai sarana penguatan nilai keimanan, kebersamaan, dan ketahanan sosial umat. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengangkat tema <em>“Syukur atas Nikmat Kemerdekaan: Mengisi Kebebasan dengan Iman dan Amal Shalih”</em>. Tema tersebut tidak hanya merefleksikan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan sebagai momentum spiritual dalam memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT dan sesama umat. Pengajian ini diinisiasi oleh dosen bersama takmir masjid sebagai bentuk kolaborasi dakwah berbasis masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan <em>Asset-Based Community Development</em> (ABCD), yakni pendekatan yang menitikberatkan pada pemanfaatan potensi lokal, sumber daya manusia, dan nilai-nilai religius masyarakat sebagai kekuatan utama dalam pengembangan kegiatan keagamaan. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif, melibatkan jamaah, tokoh agama, dan generasi muda untuk memperluas jangkauan dakwah dan memperkuat ikatan sosial antarwarga. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam semangat kebersamaan, partisipasi jamaah, dan kesadaran religius masyarakat. Pengajian ini juga memperkuat fungsi Masjid Muslimien sebagai pusat dakwah, pembinaan moral, serta pemberdayaan sosial umat. Dampak kegiatan terlihat pada meningkatnya interaksi sosial, semangat gotong royong, dan munculnya rasa tanggung jawab kolektif untuk menjaga harmoni kehidupan beragama.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Kata Kunci: </em></strong><strong><em>Dakwah Berbasis Masjid</em></strong><strong><em>, Keimanan, </em></strong><strong><em>Pembangunan Sosial Keagamaan</em></strong><strong><em>.</em></strong></p> Mohd. Reza Pahlevi Reza Alfian Eko Rochmawan Andita Aprilia Fridayanti Andita Siti Zaida Hanum Hanum Copyright (c) 2026 Mohd. Reza Pahlevi Reza, Alfian Eko Rochmawan, Andita Aprilia Fridayanti Andita, Siti Zaida Hanum Hanum 2026-05-30 2026-05-30 6 1 126 138 10.58326/jab.v6i1.458 Peran Kegiatan Pembiasaan Pagi dalam Pengembangan Karakter Disiplin Siswa di Era Digital Sekolah Dasar https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah/article/view/581 <p>Era digital membawa perubahan signifikan terhadap perilaku siswa sekolah dasar, termasuk menurunnya tingkat kedisiplinan akibat distraksi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan pembiasaan pagi dalam mengembangkan karakter disiplin siswa sekolah dasar di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan pagi seperti do’a bersama, literasi pagi, senam, serta pengecekan kerapian mampu meningkatkan kedisiplinan siswa secara bertahap. Kegiatan tersebut membentuk sikap tepat waktu, kepatuhan terhadap aturan, serta tanggung jawab siswa. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh konsistensi pelaksanaan, keteladanan guru, serta dukungan lingkungan sekolah dan keluarga. Dengan demikian, pembiasaan pagi merupakan strategi efektif dalam penguatan pendidikan karakter untuk menghadapi tantangan.</p> Lulu Nur Fauzyah Hayati Mida Rongan Murfiah Dewi Wulandari Darsinah Copyright (c) 2026 Lulu Nur Fauzyah, Hayati Mida Rongan, Murfiah Dewi Wulandari, Darsinah 2026-05-30 2026-05-30 6 1 139 148 10.58326/jab.v6i1.581 Edukasi Konservasi pada Praktik Wisata Penyu Berkelanjutan: Program Pengabdian kepada Wisatawan dan Pengemudi perahu di Pulau Redang, Malaysia https://e-journal.staimaswonogiri.ac.id/index.php/albasirah/article/view/582 <p>Pariwisata laut dengan mengamati penyu di habitat aslinya secara langsung dapat mendatangkan manfaat ekonomi kepada warga setempat sekaligus berdampak pada tekanan ekologis terhadap ekosistem apabila interaksi antara wisatawan dengan penyu tidak diperhatikan. Oleh karena itu, pariwisata ini harus diatur agar sesuai dengan prinsip keberlanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi demi memperkuat pariwisata penyu yang berkelanjutan.&nbsp;Para pengemudi perahu diberdayakan sebagai duta konservasi di Pulau Redang, Malaysia,&nbsp;demi menumbuhkan kepedulian wisatawan terhadap penyu. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif&nbsp;insidental. Tim pengabdian terlibat langsung dalam aktivitas wisata sekaligus menyampaikan edukasi&nbsp;konservasi melalui tiga upaya yaitu sosialisasi dengan pengemudi perahu, penyuluhan kepada wisatawan, dan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Pengabdian ini menunjukkan hasil yaitu pemahaman para wisatawan dan pengemudi perahu. Hal ini dibuktikan dari wisatawan yang tidak menyentuh penyu laut meskipun ini menjadi menjadi aturan yang tidak tertulis. Pengemudi perahu yang awalnya cenderung pasif kini&nbsp;turut aktif &nbsp;dalam memberi edukasi karena mereka adalah orang yang dianggap memiliki otoritas di daerah tersebut. kegiatan ini tetap memberikan dampak positif yaitu edukasi secara insidental&nbsp;tidak memerlukan biaya yang besar karena hanya melibatkan partisipasi&nbsp;warga lokal tapi dapat mendorong pariwisata&nbsp;penyu yang berkelanjutan.&nbsp;Kegiatan pengabdian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG 14:Life Below Water)&nbsp;dan SDG&nbsp;8 (Decent&nbsp;Work and Economic Growth).</p> Devina Melinawati Ruslina Dwi Wahyuni Sugiyanto Copyright (c) 2026 Devina Melinawati, Ruslina Dwi Wahyuni, Sugiyanto 2026-05-30 2026-05-30 6 1 149 158 10.58326/jab.v6i1.582