Masjid Sebagai Ruang Toleransi Fikih: Studi Kasus Praktik Tarawih Di Masjid Darussalam

Authors

  • Afina Mahbubah UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia
  • Qodim Ma’shum UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58326/man.v3i1.594

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik toleransi dalam pelaksanaan salat tarawih di Masjid Darussalam Pucangan Kartasura Sukoharjo dari perspektif fikih al-ikhtilaf. Perbedaan jumlah rakaat salat tarawih antara delapan dan dua puluh rakaat sering menjadi sumber kontroversi di kalangan masyarakat Muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pengurus masjid dan jamaah, serta studi literatur terkait fikih ikhtilaf dan toleransi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan salat tarawih di Masjid Darussalam sebanyak dua puluh tiga rakaat, namun jamaah yang meyakini delapan rakaat tetap mengikuti salat berjamaah hingga delapan rakaat sebelum meninggalkan jamaah secara tertib. Perbedaan keyakinan ini tidak menimbulkan konflik, melainkan dikelola dengan sikap saling menghormati yang mencerminkan penerapan fikih al-ikhtilaf dalam kehidupan nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan pelaksanaan ibadah dapat dikelola secara harmonis melalui internalisasi nilai toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan dalam praktik hukum Islam, serta memperkuat keharmonisan jamaah dalam praktik ibadah bersama.

References

A, Hidayat., Al Aziz., MU, Imyansah., L, M., & Wismanto, W. (2024). “Masjid Sebagai Sentral Komunikasi Sosial Dalam Penyebaran Informasi Untuk Mendukung Pembangunan Masyarakat Islam”. Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam. Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 4. https://jurnal.upg.ac.id/index.php/moral?utm

AD, Riyadi., & N, Hasanah. (2024). Melintasi Perbedaan: Analisis Terhadap Variasi Rakaat Salat Tarawih di Antara Pengikut NU dan Muhammadiyah. Journal Islamic Education, 3. https://scholar.google.com/scholar?q=Melintasi+Perbedaan+Analisis+Terhadap+Variasi+Rakaat+Salat+Tarawih+di+Antara+Pengikut+NU+dan+Muhammadiyah&utm

Arif, M. A. L. (2025). Moderasi Beragama dalam Perspektif Islam: Menjaga Harmoni dalam Keberagaman. Jurnal El Makrifah, 2(1), 145–157. https://ejournal.staidarussalamlampung.ac.id/index.php/elmakrifah?utm

D, Yonesi. (2025). Human Relation Dalam Perspektif Islam (Pluralisme Dan Interaksi Sosial Tinjauan Konsep Merajut Harmonisasi Kehidupan). Journal of Innovative and Creativity, 5, 31064–31075. https://scholar.google.com/scholar?q=Human+Relation+Dalam+Perspektif+Islam+Pluralisme+Dan+Interaksi+Sosial+Tinjauan+Konsep+Merajut+Harmonisasi+Kehidupan&utm

ER, Ningsih., & LD, Cahyono. (2023). STUDI KOMPERATIF SHALAT TARAWIH ANTARA IMAM SYAFI’I DAN IMAM MALIKI. Moefty: Jurnal Perbandingan Mazhab Dan Hukum, 12. https://ejournal.insud.ac.id/index.php/moefty?utm

M, Basri., P, Hidayat., & SA, P. (2023). DINAMIKA IKHTILAF DI ANTARA ULAMA MAZHAB FIQIH. Journal Islamic Education, 1, 1. https://scholar.google.com/scholar?q=Dinamika+Ikhtilaf+di+Antara+Ulama+Mazhab+Fiqih&utm

Maya, R., Mufid, M., Samsuddin, S., & Al-Farisi, M. F. (2024). Moderasi Internal Beragama Perspektif ‘Abd al-Rahmân al-Sudais, Presiden Urusan Dua Masjid Suci: Internal Moderation of Different Religion Perspective ‘Abd Al-Rahman Al-Sudais, President of the Two Holy Mosques. AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam Dan Bahasa Arab, 3(5), 826–842. https://ejournal.unisnu.ac.id/al-qiblah?utm

MH, Mahayudin. (2024). PERAN MASJID DALAM PENGEMBANGAN SPIRITUALITAS, INTELEKTUALITAS DAN KESEJAHTERAAN UMAT. JURNAL PROGRESIF, 2. https://scholar.google.com/scholar?q=Peran+Masjid+dalam+Pengembangan+Spiritualitas+Intelektualitas+dan+Kesejahteraan+Umat&utm

MI, Nafi. (2024). Harmonizing Khilafiyah of Tarāwīh Prayer from the Perspective of the Kitab Kasyfu at-Tabārih fī Bayāni Ṣalāt at-Tarāwīh by KH. Abul Faḍol as-Senūri at-Tūbāni. Ma’had: Journal of Pesantren and Diniyah Studies, 1, 107 – 115. https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/mahad?utm

N, Halimah., & YL, Halimah. (2023). MAZHAB FIQIH DI INDONESIA: PERBEDAAN PENDAPAT KONSTRUKSI HUKUM ISLAM. Journal Islamic Education, 1, 1.

Panggayuh, B. P., Asmadi, L. A., Mulyana, A., Afsyal, L. A., Harliyani, N. M., & Safitri, A. (2025). Membangun Harmoni Masyarakat Multikultural melalui Nilai Islam: Integrasi Ukhuwah, Toleransi, dan Karakteristik Islam Indonesia dalam Berbagai Lingkungan Sosial. Advances In Education Journal, 2(3), 1939–1944. https://scholar.google.com/scholar?q=Mazhab+Fiqih+di+Indonesia+Perbedaan+Pendapat+Konstruksi+Hukum+Islam&utm

Rahmawati, I., Rahmalina, I., Nadziroh, S. K., & Fatah, A. (2025). Implementasi Nilai Ukhuwah Islamiyyah dan Sikap Tasamuh pada Komunitas NU dan MD di Desa Ngembalrejo, Bae, Kudus. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(2), 213–222.

Rasyid, A., Tsahbana, M., Nurrahman, M. Y., Mangkurat, U. L., Ibadah, T., & Ekonomi, P. (n.d.). FUNGSI MASJID SEBAGAI TEMPAT IBADAH DAN PUSAT EKONOMI. 1(2023), 372–383.

Rohman, B., & Juraidi, A. (2023). Peran Masjid dalam Penyebaran Toleransi The Role of Mosques in Spreading Tolerance. 16(2).

RSA, Bahren. (2025). KEDUDUKAN FATWA di BERBAGAI NEGARA MUSLIM dan DINAMIKA BUDAYA DALAM IKHTILAF FIQIH: STUDI PERBANDINGAN DI INDONESIA, MALAYSIA, DAN ARAB SAUDI. Qonun: Jurnal Hukum Islam Dan Perundang-Undangan, 9 (2), 2025: 213-258, 2.

S, Nurhasanah. (2021). INTEGRASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) UNTUK MEMBENTUK KARAKTER TOLERAN. Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6.

S, Syuhada, MN, M., AF, A., N, S., & S, M. (2025). Pluralisme Internal Islam: Model Koeksistensi Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam Bingkai Pancasila. Reflection: Islamic Education Journal, 2.

Siradj, K. S. A. (2011). AMALIAH NU DAN DALILNYA.

YZ, Muarif. (2022). THE ANALYSIS OF ISLAMIC LAW ON THE NUMBER OF RAKA’AH IN THE TARAWIH PRAYER. JPH: Jurnal Pembaharuan Hukum, 9, 3.

Downloads

Published

2026-06-25

How to Cite

Mahbubah, A., & Ma’shum , Q. . (2026). Masjid Sebagai Ruang Toleransi Fikih: Studi Kasus Praktik Tarawih Di Masjid Darussalam. Jurnal Man-Anaa, 3(1), 15-24. https://doi.org/10.58326/man.v3i1.594