Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Selikuran Di Keraton Surakarta Hadiningrat

Authors

  • Muti'ah Nuha Mumtazah Universitas Islam Negri Raden Mas Said Surakarta
  • Ki Awang Pijar Pembayun Universitas Islam Raden Mas Said Surkarta
  • Rana Inas Zahira Universitas Islam Raden Mas Said Surkarta
  • Intan Marhenisaputri Novitasari Universitas Islam Raden Mas Said Surkarta
  • Rohim Habibi Universitas Islam Raden Mas Said Surkarta

DOI:

https://doi.org/10.58326/man.v2i2.498

Keywords:

selikuran, Tradisi jawa, Simbolik, Pendidikan Islam, Budaya Lokal

Abstract

Tradisi Selikuran di Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan warisan budaya yang sarat nilai keagamaan dan simbolik, sekaligus menjadi media pendidikan Islam berbasis budaya Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik tradisi Selikuran dan kontribusinya terhadap pendidikan Islam dalam masyarakat Jawa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan KRT Subroto Panukmo Purwanagoro dan telaah literatur ilmiah terkait. Analisis menunjukkan bahwa setiap unsur tradisi, mulai dari kirab makanan, penyajian gunungan, tahlilan di tiga lokasi, hingga iringan Hadrah Suwaren, mengandung makna simbolik yang menanamkan nilai-nilai Islam seperti syukur, sedekah, kesetaraan, keteladanan, dan ketawaduan. Tradisi ini berfungsi sebagai media pendidikan nonformal yang efektif, mengajarkan nilai moral, sosial, dan spiritual melalui pengalaman langsung masyarakat. Selain itu, Selikuran memperkuat identitas keagamaan dan budaya lokal secara berkelanjutan. Kesimpulannya, tradisi ini bukan sekadar ritual adat, tetapi sarana pembelajaran Islam kontekstual yang relevan dan dapat diterapkan secara berkesinambungan di masyarakat Jawa.

References

Anwar, A. Z., & Muhsin, I. (2025). Akulturasi Budaya Jawa dan Islam pada Pelaksanaan Tradisi Ruwahan di Langensari Baluwarti Pasar Kliwon Surakarta. 3(4), 1780–1788.

Ariyadi, S. (2025). The Qur’an In Rites : Historical Analysis And Acculturation Of Javanese Culture Al-Qur’an Dalam Ritus : Analisis Historis Dan Akulturasi Budaya jawa. 2(2), 1445–1453.

Aziz, A., Fathurohman, M., Hayati, N. R., & Ayu, D. (2023). Harmony of Monotheism in Becekan Rajab : Exploration of Islamic Education Values in the Mystical Tradition of Javanese Society. 6, 96–107.

Bakri, S. (n.d.). Tradisi Malam Selikuran Kraton Kasunanan Surakarta. 21–32. https://doi.org/10.24090/IBDA.V17i1.1720

Haryono, S. D., & Islami, F. N. (2023). Acculturation of Islam and Javanese Culture in Rontekan Arts : A Case Study of the Ronda Tetek Tradition in Gombang Village , Boyolali Distric , Central Java. 4(2), 169–180.

Mudyo, U. (2024). Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Suroan pada Masyarakat Jawa. 07(02), 92–106.

Rofiq, A. (2019). Tradisi Slametan Jawa Dalam Perpektif Pendidikan Islam. 15(September), 93–107.

Sihombing, A. R. B. (n.d.). Pengaruh Islam dalam Kesenian dan Kebudayaan di Pulau Jawa. 153–166.

Wibowo, A. (n.d.). Islam and Local Culture: Shifting Values of Religious Practices Among Modern Javanese Society Arif. 3(2), 322–335.

Zuhri, M. S., & Wardhana, I. P. (2024). Symbolic Meaning in Tradition The Malem Selikuran of Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat , Indonesia. 8(2), 124–131.

Downloads

Published

2025-12-24

How to Cite

Mumtazah, M. N., Pijar Pembayun, K. A. ., Zahira , R. I. ., Novitasari , I. M. ., & Habibi , R. . (2025). Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Selikuran Di Keraton Surakarta Hadiningrat. Jurnal Man-Anaa, 2(2), 60-71. https://doi.org/10.58326/man.v2i2.498