Edukasi Konservasi pada Praktik Wisata Penyu Berkelanjutan: Program Pengabdian kepada Wisatawan dan Pengemudi perahu di Pulau Redang, Malaysia
DOI:
https://doi.org/10.58326/jab.v6i1.582Keywords:
pariwisata penyu, edukasi insidental, pariwisata berkelanjutan, Pulau RedangAbstract
Pariwisata laut dengan mengamati penyu di habitat aslinya secara langsung dapat mendatangkan manfaat ekonomi kepada warga setempat sekaligus berdampak pada tekanan ekologis terhadap ekosistem apabila interaksi antara wisatawan dengan penyu tidak diperhatikan. Oleh karena itu, pariwisata ini harus diatur agar sesuai dengan prinsip keberlanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi demi memperkuat pariwisata penyu yang berkelanjutan. Para pengemudi perahu diberdayakan sebagai duta konservasi di Pulau Redang, Malaysia, demi menumbuhkan kepedulian wisatawan terhadap penyu. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif insidental. Tim pengabdian terlibat langsung dalam aktivitas wisata sekaligus menyampaikan edukasi konservasi melalui tiga upaya yaitu sosialisasi dengan pengemudi perahu, penyuluhan kepada wisatawan, dan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Pengabdian ini menunjukkan hasil yaitu pemahaman para wisatawan dan pengemudi perahu. Hal ini dibuktikan dari wisatawan yang tidak menyentuh penyu laut meskipun ini menjadi menjadi aturan yang tidak tertulis. Pengemudi perahu yang awalnya cenderung pasif kini turut aktif dalam memberi edukasi karena mereka adalah orang yang dianggap memiliki otoritas di daerah tersebut. kegiatan ini tetap memberikan dampak positif yaitu edukasi secara insidental tidak memerlukan biaya yang besar karena hanya melibatkan partisipasi warga lokal tapi dapat mendorong pariwisata penyu yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG 14:Life Below Water) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).






