Penguatan Kearifan Lokal dan Nilai Keagamaan pada Anak Usia Dini sebagai Upaya Membangun Desa Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.58326/jab.v6i1.546Keywords:
Pengabdian masyarakat, Anak usia dini, Kearifan lokal, Nilai religius, Pendidikan KarakterAbstract
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan kearifan lokal dan nilai religius pada anak kelas TK B sebagai upaya membangun karakter sejak usia dini dan mendukung pembangunan desa berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di TK Pertiwi Keloran dengan sasaran anak usia 5–6 tahun. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui kegiatan bermain sambil belajar yang mengintegrasikan nilai kearifan lokal dan nilai religius. Program pengabdian dilaksanakan selama enam hari, meliputi pengenalan lingkungan dan nilai religius, permainan tradisional bernilai karakter, pengenalan alam sebagai ciptaan Allah, kreasi seni budaya lokal bernuansa Islami, dongeng Islami berbasis kearifan lokal, serta praktik ibadah dan pembiasaan akhlak anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan perilaku positif anak yang ditunjukkan melalui kategori perkembangan, yaitu: (1) kepedulian lingkungan berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar ±75% anak, (2) kemampuan bekerja sama pada kategori BSH sebesar ±70%, (3) sikap sportif pada kategori Mulai Berkembang (MB) menuju BSH sebesar ±68%, dan (4) pembiasaan perilaku religius pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar ±80% anak. Selain itu, anak menunjukkan keterlibatan aktif dan antusias dalam seluruh rangkaian kegiatan. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan pendidikan karakter anak usia dini berbasis kearifan lokal dan nilai religius yang relevan dengan konteks desa serta berpotensi mendukung pembangunan desa berkelanjutan.






