Apakah Kelangkaan Nyata Atau Relatif? Scarcity Dalam Pandangan Ekonomi Islam Dan Filsafat Relativisme
DOI:
https://doi.org/10.58326/jai.v2i02.524Abstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji ulang konsep kelangkaan (scarcity) yang selama ini diterima sebagai asumsi dasar dan universal dalam teori ekonomi konvensional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode systematic literature review, penelitian ini menganalisis konsep kelangkaan dari perspektif ekonomi klasik, relativisme filosofis, psikologi persepsi, serta ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelangkaan tidak sepenuhnya bersifat objektif dan ontologis, melainkan bersifat relatif dan kontekstual, bergantung pada kerangka penilaian manusia terhadap kebutuhan, nilai, dan distribusi sumber daya. Dalam kerangka relativisme, kelangkaan dipahami sebagai konstruksi pemaknaan yang lahir dari relasi antara subjek, sistem ekonomi, dan struktur sosial, bukan sebagai hukum alam yang mutlak. Perspektif ekonomi Islam memperkuat kritik ini dengan memandang sumber daya sebagai karunia Allah yang pada hakikatnya cukup, sementara kekurangan yang muncul lebih sering disebabkan oleh ketimpangan distribusi, keserakahan, dan ketidakadilan pengelolaan. Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan mendasar antara ekonomi Islam dan ekonomi konvensional tidak hanya terletak pada instrumen kebijakan, tetapi pada landasan filosofis mengenai hakikat sumber daya dan kelangkaan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan paradigma ekonomi alternatif yang menempatkan keadilan distribusi, etika, dan kesadaran relativitas sebagai fondasi analisis ekonomi








